简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat middle way

"middle way" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • There's got to be a middle way.
    harus ada cara yanga aman.
  • It's the middle way".
    Ini adalah jalan tengah ".
  • Usege Connect two pipe in middle way
    Usege Hubungkan dua pipa di tengah jalan
  • In Judaism, though, we tend to always say, there has to be a middle way.
    Tetapi dalam Yudaisme, kita cenderung mengatakan pasti ada jalan tengahnya.
  • The path to enlightenment lay along the middle way, the Buddha taught, and the ascetics listened.
    Jalan menuju pencerahan terletak di sepanjang jalan tengah, Sang Buddha mengajarkan, dan pertapa mendengarkan.
  • And by relying on this Middle Way system, know that no self exists at all, even in that ."
    Dan dengan bergantung pada sistem jalan tengah ini, ketahuilah bahwa diri itu tidak ada, bahkan di dalam ."
  • Speaking at Magelang in Central Java, Nasution declared that ABRI should adopt a "middle way in its approach to the nation.
    Berbicara di Magelang, Jawa Tengah, Nasution menyatakan bahwa ABRI harus mengadopsi "jalan tengah" dalam pendekatannya terhadap bangsa.
  • So, you know, the middle way was always balancing between, you know, excesses on this side, excesses on the other side.
    Jadi, Anda tahu, jalan tengah selalu menyeimbangkan antara, Anda tahu, ekses di sisi ini, ekses di sisi lain.
  • Achala), in which one dwells firmly in the truth of the Middle Way and cannot be perturbed by anything; The Good Intelligence (Skt.
    Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan.
  • In the Tendai school, the Middle Way refers to the synthesis of the thesis that all things are ?ūnyatā and the antithesis that all things have phenomenal existence.
    Dalam mazhab Tendai, "jalan tengah" merujuk kepada perpaduan pengertian bahwa segala sesuatu adalah "hampa" Dan pemikiran sebaliknya bahwa segala sesuatu mempunyai keberadaan yang fenomenal.
  • Hence, if we seek an ultimate explanation, it is the mere ‘I’, or the person, which carries the potency of a particular action. This explanation is based on the ultimate explanations of the highest school, that is the Middle Way Consequentialist School.
    Karena itu, bila kita mencari penjelasan, hanya “Saya” atau orang, yang membawa potensi dari tindakan tertentu. Penjelasan ini berdasarkan pada penjelasan akhir dari sekolah tertinggi, yaitu Sekolah Jalan Tengah Konsekuensialis.
  • In addition to this explanation of the selflessness of persons, when we study the highest schools of tenets, that is the Mind Only and Middle Way schools, we find subtler explanations of the selflessness not only of persons, but also of phenomena.
    Di samping penjelasan dari ketiadaan diri seseorang, ketika kita belajar di sekolah prinsip tertinggi, ada Hanya Pikiran dan sekolah Jalan Tengah, kita menemukan penjelasan yang lebih halus dari ketiadaan diri tidak hanya orang, tetapi juga fenomena.
  • The Yugoslav model of state organization, as well as a "middle way" between planned and liberal economy, had been a relative success, and the country experienced a period of strong economic growth and relative political stability up to the 1980s, under the rule of president-for-life Josip Broz Tito.
    Model pemerintahan Yugoslavia beserta “jalan tengah” di antara ekonomi terpimpin dan liberal yang dianut merupakan sebuah keberhasilan dan negara tersebut pun mengalami masa-masa pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta politik yang relatif stabil sampai dengan tahun 1980-an, di bawah kekuasaan handal presiden seumur hidup Josip Broz Tito.